Showing posts with label semangat. Show all posts
Showing posts with label semangat. Show all posts

March 03, 2016

Hellooo 2016







Hello 2016
Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian…

Selalu inget ayat ini ketika merasa waktu berlalu begitu cepat. 
Berjalannya waktu tidak pernah menunggu hingga penumpang siap. 
Maka selalu ada wanti wanti untuk tidak pernah menyia-nyiakannya. 
Dan tiba – tiba, awal bulan tiga sudah menyapa di 2016. 
We literally skipped the entire 2015. 
Okay then let's just make a reports about life over the past year.

  • Awal tahun 2015 sibuk persiapan kerja praktek apoteker di rumah sakit (RSUP Dr. Sardjito), Puskesmas (Sewon 1) dan Apotek (WIPA)
  • Sekitar bulan maret april heboh mempersiapkan berkas untuk beasiswa Australian Award Scholarship
  • Mei – Juni berjuang mempersiapkan ujian akhir studi apoteker atau biasa disebut ujian kompre (pun sekaligus berbahagia menyambut dan menjalani Ramadhan)
  • Juni – Juli – Agustus masa masa ujian kompre dan kebetulan bertepatan dengan ujian kehidupan.
  • September – Oktober – November – Desember sibuk mempersiapkan fase kehidupan selanjutnya
  • Januari 2016 masuk ke tahun baru dan masa pematangan untuk level kehidupan yang lebih tinggi
  • Februari hijrah pada level yang lebih atas dalam hidup dan pembuktiaan bahwa kedewasaan itu dating menjemput
  • Maret berada di persimpangan menjemput kedewasaan yang lebih, tidak ada lagi jalan berbalik atau mundur. Hidup berisikan tantangan dan kebaikan yang tersebar, tinggal apa yang hendak dikejar.



2016 please be kind and eventful!


Continue Reading...

April 18, 2010

Tips Sukses Masuk ke Perguruan Tinggi

Pasti sudah banyaaaaaakkkk sekali artikel yang mengulas tentang hal ini. tapi biarlah, kuulangi sekali lagi juga pasti tak masalah.

Untuk siapapun yang akan segera menjadi siswa sma kelas tiga, semoga ini bisa bermanfaat :)

1. Usahakan, sejak kelas dua akhir kalian sudah memilih dengan mantap apa yang akan kalian perjuangkan. Bagi yang ingin banting setir - dari ipa menjadi ips, atau sebaliknya (lhoh?!)- ini akan sangat membantu. Jika kalian sudah memutuskan, maka ketika mengambil bimbel bisa dimantapkan. Biasanya banyak anak ipa yang ingin masuk ke ips, tapi baru bisa memutuskan setelah mendaftar bimbel, dan ia sudah terlanjur tercatat sebagai siswa ipa di bimbel tersebut, naah, ini kan rugi namanya...
Kenapa saya bicara seperti ini? Karena, menurut pengalaman, yang kita butuhkan dari bimbel adalah strategi memecahkan soal-soal Perguruan Tinggi, sedang untuk UN cukup konsen di sekolah dengan rajin dan perhatian, wusss kalian pasti lulus UN, insyaAllah...
(Tips untuk memilih dan memantapkan : kalau untuk memilih gunakan petunjuk dari shalat hajat, nah kalau yang memantapkan pakai yang dari shalat istikahrah..)

2. Luruskan Niat. Tanyakan dirimu untuk apa kau berjuang. Tanyakan dirimu untuk siapa kau berjuang. Tanyakan dirimu karena apa kau berjuang. Ketika jawabanmu sudah sampai pada Asma-Nya, maka tanamkan sampai statement itu mengakar di hati dan bercokol nyaman di sana. Bagaimana caranya? Setiap berdoa masukanlah statement pelurusan niatmu, terus dan berulang-ulang...

3. Ikhtiar kawann...belajar dan berusahalah seperti dirimu tidak punya waktu yang cukup untuk menghadapi ujian itu, dan berdoalah seakan Allah belum mendengarmu. Tunaikan sunah-sunah yang selama ini jarang dilakukan. buat nilai plus dimata Allah...
Posisikan dirimu sebagai seseorang yang memang melakukan ikhtiar itu karna butuh, bukan harus. Dan jangan pernah merasa dipenjara dalam keadaan apapun selama proses pencapaiannya. Merasa terpenjara bukan solusi tepat menghadapi sembilan bulan penuh tekanan :P

4. Take a break and Look people around you !
Sungguh tidak mungkin kan kalau kita belajar terus-terusan tanpa jeda? Nah, dengan posisi dan waktu kita yang sempit, semestinya kita mampu menjadikan spare time kita berkualitas. Saran dari orang tua jaman dulu : Jangan dulu melakukan hal senang-senang seperti kebanyakan orang lainnya. Prihatin nduk ! (itu kata ibu saya).
Ingat, kita ada di kawah candradimuka, yang tidak bisa seenaknya mengambil waktu untuk hal2 tidak berguna. Saya dulu sih refreshing paling banter sepekan sekali dengan internet, no books, no movies, no window shopping...

Tips untuk spare time yg berkualitas :

*Kalau bandingannya dengan belajar, jelas beribadah adalah oase yang menyegarkan.
Baca qur'anmu, hidupkan pelitamu! Atau sholat dan sujudlah yang lama, jaminan deh itu akan menghambat stress, cooling down your brain...

*Olahraga , jelas ini bisa banget menurunkan kadar kejenuhan kita. Bayangkan saja, saya yang tambun dan anti olahraga ini merasa sangat-sangat enjoy dengan gerakan-gerakan tubuh ketika melakukan olahraga, meski stressnya ndak ilang, tapi penatnya bisa menguap...

* Nikmati waktu bersama keluarga : Percaya ndak percaya, tapi yang paling mempan mengusir stress adalah poin ini. Tau tidak, secara nalar orang normal, kita yang terbebani tidak akan tambah dibebani oleh orangtua, mereka sudah kasian melihat tampang kita yang selama kelas tiga dari hari ke hari makin ngga layak tampil hehe. Sejenak bercandalah dengan mereka, minta mereka menyemangatimu, bisa dengan kata-kata, pelukan, cium sayang, de el el. Atau kalau kalian punya saudara, bermainlah sebentar dengan mereka. (Kalau saya, bermain dan mengurusi adek saya yg masih kelas empat esde merupakan waktu2 paling menyenangkan, he's so funny...)

* Membantu orang dan bersedekah : tidak ada alasan sedang sibuk belajar untuk kelas tiga buat yang satu ini. Pernah dengar orang bijak berkata seperti ini :
Orang jenius kalah sama orang rajin, orang rajin kalah sama orang beruntung ??
Jadi, paling enak yang mana? Orang beruntung kan?
Naaah, kata ustadz nih, orang beruntung itu ada ketika Allah memberinya banyak hal baik. Karena tidak ada sesuatu yang terjadi kebetulan (termasuk keberuntungan itu sendiri), jadi tidak mungkin hal baik dari Allah itu serta merta ada. Hal baik diturunkan pada kita karena kita juga melakukan banyak hal baik lainnya. Tidak hanya untuk Allah, tapi juga untuk semesta alam. Contoh nih ya :
  • Cobalah membantu orang tua tanpa ada pamrih, kita yang biasanya masih ngedumel kalau dimintai tolong coba berdamai sedikit, jangan keluarkan dumel-an itu (meski saya tau ini amat sangat susyah sekali, huhuhu T_T)
  • Bersedekahlah yang buanyak, tapi saya prefer ke person to person saja. Kenapa? karena setelah kita memberi, orang yang kita beri akan berterima kasih dengan mendoakan kita, pada saat itu pula, langsunglah meminta doa apa yang menjadi cita-cita kita pada mereka. Bukankah doa orang susah itu makbul? But remember : jangan sampai niat sedekah karena Allah-nya hilang yaaa...
5. Don't hurt anybody, jadikan proses pencapaian mimpi dan cita kita itu sama dengan perjalanan suci yang tidak memperbolehkan menyakiti, sebagai syarat suksesnya perjalanan itu. Bertingkah laku baik, kemudian meminta maaf untuk setiap kesalahan, dan memaafkan siapa saja yang pernah khilaf pada kita. :)

6. Prepare untuk teknis hari H. Biasanya setiap sekolah akan melakukan pembekalan, nah karena pembekalan itu point-nya banyak sekali, jadi tidak saya paparkan di sini ya....
Saya cuma mau pesan : dengar, catat dan laksanakan apapun yang dibekalkan sekolah pada kalian.

7. Tawakal. Fa idzaa azamta fa tawakal alallah. Ingat, Allah adalah pemilih terbaik. Percayakan padanya seluruh usaha keras kalian, bahwa Ia tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berikhtiar maksimal. Dan sadarilah, bahwasanya takdir hidup itu sudah tertulis rangkaian ceritanya sampai kita meninggal nanti, dan pencapaian mimpi dan cita adalah satu proses singkat untuk menjemput takdir. Jadi, kita tidak bisa memaksakan takdir, kita hanya bisa menjemputnya secara maksimal, jika takdir itu tak seperti yang kita inginkan, maka berprasangka baik lah, segalanya pasti berhikmah pelajaran yang indah :))

source : pengalaman pribadi, ini menantang gan ! :D

Warm Regards, salam sayang doa dan cintaku untuk kalian
yang tahun tahun setelah ini akan berjuang.
Now, it's your turn.


Continue Reading...

October 18, 2009

Mimpi 17 Tahun

tersisa...
lima bulan dari waktu yang ditentukan
tertinggal...
lima bulan realisasi sejak keinginan dihimpun padupadankan
tersedia (masih)...
lima bulan penempatan awal sebuah rantai mimpi masa depan

hidup waktu-waktu ini serasa melayang. semua yang kedewasaan punya untuk meng-iming-imingku menyusun rencana sudah dikeluarkan.
dari bangku-bangku kuliah pilihan, negara-negara asing yang menggiurkan, jodoh dunia akhirat yang selalu membayang, sampai ke pekerjaan dan prestasi impian....
mereka selalu minta untuk berkelebat di tiap lamunan, di kilas tiap mimpi, di sejenak pemikiran.

tidak, tidak ada salahnya memang, menjadikan mimpi itu nafas penyambung, dan pompa serep kehidupan dengan aliran semangat, bukan eritrosit darah. melumasi sendi tubuh dengan janji masa depan, tawa riang, dan keinginan hidup berkah. menguatkan otot dengan cokol tekad membangun generasi esok yang lebih bermartabat, lebih bermanfaat.

tapi, baru memikirkannya saja rasanya sudah membuatku meledak. tujuhbelastahunempatbulan usiaku, dan rasanya masiiih jauuuuuuuuuuhhhhh sekali hari-hari itu. hari-hari yang -sekarang saja- sudah menyesaki sel-sel serebrum otakku, menyempitkan saluran pernafasan saking inginnya (bayangkan! kau sedang excited atas sesuatu sampai ketika berfikir tentangnya saja membuat bernafas susah), dan mengakomodasi raga untuk, kalau memang bisa, berlari ke waktu itu...

tapi itu masiih lamaaaaaaaaaaaa, masih butuh pengorbanan, masih butuh banyak peluh, masih meminta berribu hormon kesabaran, masih mengambil usaha tiap mili dan tiap waktu sebagai tumbal, masih menuntut milyaran lantunan doa.

lalu apa masalahnya???
masalahnya, aku mulai tidak sabar. mulai tidak fokus. mulai gelisah. mulai ngelantur. mulai membayangkan dan berandai-andai.
dan aku,
mulai takut.

takut kegelisahan sepeleku ini akan mengacaukan semuanya. takut aku tidak bisa menjaga dan beristiqomah atas satu-satunya hal yang membuatku berani merencanakan banyak hal gila ini, yaitu mimpi-mimpi sebagai aliran kedua pembawa gizi dan nutrisi atas hal-hal nonfisik.

takut niat yang kuat di awal itu luntur di akhir,
na'udzubillah....

sudah kawan..
sudah mulai kucoba untuk mengatasinya. dengan hanya berfikir fokus tentang apa yang ada di depan pelupuk mata. dan menyimpan mimpi-mimpi masa depan itu, well sekedar mengambil sari pati energinya saja, tidak sampai ke ampas bentuknya, karena sekarang belum saatnya!
tapi, usaha itu sepertinya lambat menangani kasus ini. meski aku pastikan padamu, aku takkan menyerah. kau bisa buktikan itu.

yang jelas di episode kali ini, Allah membuatku jauuuuh lebih tahu, bahwa manusia itu terbatas.
dan yang membuat keterbatasan itu tereduksi dan lama-kelamaan terlihat seperti hilang tak berbekas itu hanya satu, ketaatan pada perintah serta sunatullahNya.

waktu itu, di mana mimpi-mimpi mu menjadi kenyataan
akan datang dan kemudian berlalu
karena memang harus seperti itu
dan tugasmu hanya menyediakan tempat baginya dengan seluruh usahamu yang maksimal
serta menunggu.

pasti, pasti. dia pasti akan datang.
tujuhbelastahunempatbulan usiaku. dan aku, sekali lagi, belajar menikmati hari hari ini.
tujuhbeastahunempatbulan usiaku, karena tak akan ada yang sama lagi setelah hari ini terlewati.
Continue Reading...

February 25, 2009

And He is Crying Too...

menangis, meneteskan air mata, membuat hidung merah, lembap-sembap.
cengengkah itu menurut kalian wahai kaum adam?
hati yang mudah tersentuh, prihatin akan objek-objek dakwahnya, bingung karena kemaksimalan dari usahanya tak kunjung menemui jalan keluar, khawatir akan beban dalam naungan pundaknya,
itukah lemah menurut kalian, hai lelaki?

lelaki tak seharusnya menangis,
siapa yang bilang?
lelaki adalah sosok yang kuat fisik dan mentalnya.
Ya, itu statemen yang benar, tapi apakah itu berarti juga dia tak boleh berhati lembut?

pertanyaan itu akhir-akhir ini terjawab. sekitar dua tahun belakangan.
ketika makhluk bertitle lelaki mulai bisa kumengerti lebih dalam.
dan maukah kau kuberitahu teman, apakah yang membuat semua ini mencengangkan?
laki-laki yang (katanya cengeng karena..) menangis itu,
lelaki lemah itu (notabene kalian berfikir bahwa menangis itu lemah kan?) ..
lelaki itu...
mereka semua yang kutemui dua tahun terakhir ini adalah lelaki-lelaki hebat.
merekalah pemimpin-pemimpin masa depan,
di pundak merekalah gurat-gurat hidup dan matinya bangsa kelak terukir.
merekalah manusia-manusia pilihan., yang kelak jika mereka beriman, merekalah empat putaran pertama yang mencicipi surga...
dan...
merekalah lelaki yang tangis-tangisnya kulihat untuk waktu-waktu pertama.

tapi tangis mereka berbeda.
mereka menangis ketika takut pada TuhanNya.
mereka menangis ketika lega amanah-amanah mereka berkurang perlahan.
mereka menangis ketika melihat bahwa kepemimpinan mereka gagal.
mereka menangis ketika merasa tak cukup baik mengemban amanah.
mereka menangis karena tak bisa melupakan sejarah tentang perjalanan kepemimpinannya.
mereka menangis karena itu...
dari semuanya yang kalian lihat, kalau mau lebih perhatian, lihatlah semuanya teman!
mereka kebanyakan menangis karena takut akan tanggung jawabnya sebagai pemimpin!
mereka takut RidhaNya atas kepemimpinan mereka terhambat. tak turun melimpahi mereka.
mereka takut malaikat-malaikat itu tak mengembangkan sayap di forum-forum mereka, tak mengamini doa-doa mereka untuk kegiatan-da'wah mereka

Subhanallah!!!

hanya itu tiap kali yg terucap ketika melihat mereka meneteskan bulir-bulir air bening,
sungguh,
mereka memang jarang menangis, tidak seperti layaknya wanita yang sangat lembut dan mudah menangis.
tapi mereka tak kalah perasanya. dan mereka,
*yang membuatku lebih iri lagi
selalu menangis untuk hal-hal yang memang pantas ditangisi.

kalian tahu, mungkin malaikat pun berdoa, mengiringi jatuhnya bulir air mata itu ketika bergulir jatuh menuju tanah,
menenemaninya dengan doa-doa yang berskala langit.
.wonderful.

Ya! jangan takut menangis teman.
biar saja mereka mencaci, berspekulasi, bersumbar dua-tiga patah kata yang bernada kemenangan, merasa melihat seorang pemimpin yang lemah.
Yang penting kau tetap pada jalan itu.
jalan-jalan para pemimpin.
Jalan-jalan yang diridhai.

untuk para pemimpinku, "Hei, tangis itu membuatku iri. Smoga itu menjadikan hak sungai surga untuk kalian .................................................................................................."

Continue Reading...

Find Me !

Facebook  Twitter  Instagram

Blogroll

About

a complete pack of girl-turn-to-woman in her 20's something