Showing posts with label ruang tidak jelas. Show all posts
Showing posts with label ruang tidak jelas. Show all posts

January 15, 2014

Humor Galau Ilmiah Mahasiswi Semester Tujuh







Warning : My rambling of random things. 

Humor Galau Ilmiah Mahasiswi Semester Tujuh, apa ya itu? 
to be precise, humornya adalah kalimat ini : 

Optimasi Cinta dengan Metode Titik Superimposed Sebagai Cara Untuk Menentukan Jodoh Terbaik

LOL.

Saya ngakak sendiri malem-malem sehabis membaca kalimat diatas. 
Padahal itu juga karangan-karangan gelo saya. Kenapa?
  1. Karena itu semacam judul penelitian skripsi >0<
  2. Karena timbul keheranan, kenapa kata cinta yang terembel-embel optimasi dan superimposed sounds so scientific? XD
  3. Karena kalau inget asbabun nuzulnya itu kalimat, bawaannya mau grinning lebaar :D


Saya gila? Bisa jadi.

Tapi nevertheless, that’s the fact, itulah kesimpulan yang saya dapat dari sesi sore duduk berbincang dengan segerombolan mahasiswi tingkat akhir selepas ujian semester di sore yang membasahi bumi. Perbincangan khas, galau dari kami yang elite, yang kegilaannya sudah tergerogoti usia serta tuntutan ekonomi. Yang mau tidak mau, ingin tidak ingin, kemana angin berhembus dan udara terhirup, obrolannya hanya dilingkaran setan itu itu saja. 
Gimana skripsi? Lulus kapan? Nikah kapan (me special : sama siapa)? Kerjanya mau dimana? XD
Continue Reading...

September 24, 2013

Sajak Mimpi








puluhan kali melewati padang ilalang di malam sunyi, 
hiraukan lampu, puas ditemani deru motor dan galaksi bimasakti

mendaki tempat tertinggi, berkejaran dengan ombak, 

terbenam dalam pasir, menjejak kerikil

kiramu menantang adrenalin itu hidup yang nyata, tapi bagiku itu gila 
aku berteriak dan kau tertawa bahagia

Continue Reading...

September 21, 2013

Amnesia

Tahu writers block? 
Fenomena yang menyerang para penulis ketika ilham menulisnya mampet dan tidak bisa dikeluarkan. Yang akhirnya membuat ide-ide dan karya-karya baru tidak lagi dihasilkan. 

Pernah mengalaminya? 
Meskipun bukan penulis, tapi saya sering sekali mengalami itu (poor mee T_T). 

Pada kasus saya, hal itu biasanya terjadi saat saya bersemangat menulis, tapi tiba-tiba harus terhenti karena sesuatu dan tidak segera melanjutkan tulisan saya yang menggantung. Begitu sudah sekian lama, harus dimulai menulis lagi, maka saya bingung. Karena sesaat setelah saya menghentikan alir tulisan saya tanpa memberi lagi keterangan mengenai ide selanjutnya, maka saya seakan kehilangan mata rantai penyambung. Simpul itu mustahil terkait, dan tulisan itu susah untuk dilanjutkan. Unless i have a new idea untuk mengeles dan membelokkan alur dari apapun yang dulu pernah saya tulis. 

Ini contoh realnya : 

tertulis di draft blog ini pada tanggal 17 Desember 2009, tulisan yang saya buat di akhir semester pertama kelas 3 SMA, judulnya : Desember 2034, Lihat Saja Nanti !

saya sendiri yang menulis bingung, memang di Desember 2034 apa yang bakal saya perlihatkan untuk dunia? Bingung dan bertanya-tanya akhirnya saya klik dan saya mulai membaca ulang tulisan yang ngendon hampir 4 tahun di draft blog (untung blogger tidak pakai acara gulung tikar, atau saya akan kehilangan calon-calon tulisan keren, hehe) dan inilah isinya : 

Siapapun pasti pernah terusik untuk membayangkan jadi apa mereka berpuluh-puluh tahun kedepan. Jangankan kita yang sudah dewasa, gadis kecil berkuncir kuda pun pasti akan menjawab mantap dengan sebutan yang kedengarannya seperti 'dokter' ketika ditanya ingin menjadi apakah kelak ia di masa depan.

Tapi, bagaimanakah dengan orang-orang yang sudah 'berada di masa depan'? Tentu yang dimaksud di sini adalah mereka yang usianya tinggal satu dekade ke arah setengah abad, atau lebih. Apakah masih penasaran dengan masa depan mereka, menjalani dengan biasa saja tanpa berfikir ke depan atau kebelakang, atau mungkin ingin sekali kembali ke masa-masa remaja?

Untukku, biarkan saja itu menjadi rahasia waktu, yang kan terkuak tirainya seiring guratan kerut usia.

Pikirkan kembali semua pertanyaan itu nanti.

Sekarang, biarlah aku bercerita sebuah kisah kekaguman, akan sesuatu yang 'borderless' istilahnya (ini saja kalau saya boleh meminjam istilah iklan salah satu brand alat elektronik yang menjual teve), yang tidak pernah terbatas oleh pertanyaan pertanyaan itu.

Pertengahan 80 mereka bertemu, Tika, gadis manis dengan rambut pendek sebahu dan Ali pria sederhana yang hendak menuntut ilmu. 
Dibalut seragam putih biru lah mereka saling mengenal untuk kali pertama. 
Saling menukar nama, tempat tinggal dan asal pendidikan yang lalu.

Tahun pertama, setelah adaptasi dengan berbagai hal di wilayah baru, senyum, sapa, cerita, dan perhatian mulai dibagi. 
Beranjak di tahun kedua, ruang kelas menjadi saksi pertemanan itu semakin nyata. Seorang gadis rajin dan pintar yang kerap kali menduduki peringkat pertama (siapa lagi kalau bukan Tika) selalu terlihat ceria bersama remaja lelaki yang suka bercanda itu (tentu dia-lah Ali) 
dan meski tahun ketiga mereka berpisah, silaturahmi itu tetap terasah. 
Segala hal yang mereka bisa bagi dan simpan, pasti mereka lakukan.

Ternyata nasib belum mau memisahkan mereka. Bangku lebih tinggi mereka duduki di tempat yang, lagi lagi sama. Sebuah sekolah menengah atas terfavorit di wilayah kecil nan damai, di kota mereka. Mimpi-mimpi itu terjalin lagi kali ini bertautannya lebih erat. Masa remaja yang lebih dewasa mengantarkan mereka pada arti-arti nyata hidup dan perjuangan.

Tak hanya di sekolah, tawa riang dan cerita yang dibagi mulai merambah ke rumah. Tempat tinggal Tika yang sangat sederhana tapi nyaman itu mulai dijamah. Ali kerap kali berkunjung ke sana, bukan meminjam catatan, tidak mengerjakan PR bersama, dan tidak pula....

Dan tidak pula apa? Tulisan itu terhenti begitu saja, mendadak dan tiba-tiba. 
Saya pun lupa, have no idea, hilang ingatan dan amnesia 
mengenai asal usul, ataupun asal, dan kelanjutan tulisan ini :(  

Saya saja sempat terkena mental breakdown dan bertanya-tanya, 
benar ini saya yang menulis? Haha
Tapi, hei, coba baca ulang quite lovely, kan?

Jelas, dulu dengan tulisan ini saya sedang ingin menuliskan tentang cinta dan masa depan. Ingin sok-sok bijak dengan mengait-kaitkan antara takdir dan kejelasan kehidupan mendatang. 

Menurut tebakan saya, cerita ini dulu saya tulis berdasarkan kisah nyata seseorang yang dekat dengan saya. Tapi setelah saya pikir-pikir lama, saya tidak ingat punya orang dekat yang bermasa lalu seperti itu.

Nama Tika dan Ali pun *saya yakin* adalah nama samaran yang saya buat untuk menyebut dua sosok nyata yang sayangnya sekarang saya tidak ngeh mereka siapa. 

Parah.

Continue Reading...

Make effort. Make mistake. Disaster




Di depan Serambi Masjid Tempat Resepsi

Usia 21 means rentetan undangan hari bahagia menyapa, 
dengan namamu tertulis manis di balik amplop plastiknya.

Wedding. Njagong.

Dandan cantik.

Memantaskan diri depan publik.

Ouch.

Dan demi menjaga silaturahmi plus menghormati yang punya hajat, bolehlah saya make a little effort untuk terlihat berbeda di hari bahagianya. Dengan apa? Apalagi kalau bukan dengan dandan manis for a whole day. Itu harapannya.

Jadi beberapa waktu yang lalu saya ngebet banget ingin membeli satu set alat make up untuk logistik kalau-kalau dapat undangan walimah. Kenapa beli? Alasannya sangat simpel : karena dirumah saya tidak ada make up lengkap. Ibu hanya mengoleksi bedak tabur 1, two way cake 1, lip balm 1, lipstik 1, pensil celak cokelat 1, dan sisir alis. Done. No more. And plain. Tidak ada yang namanya foundation atau blush on dan eye shadow. Eye liner dan mascara apalagi.

Kebetulan sabtu awal september saya dapat undangan ke bogor untuk menghadiri walimahan teman KKN saya, nah kesempatan yang tepat bukan? Dari hari selasa saya sudah planning untuk hunting make up, sudah melihat-lihat brosur plus katalog, tapi hingga hari kamis hasilnya nihil dan saya galau (galau karena saya ternyata tidak rela keluar uang untuk beli make up yang mahal), finally, berujung pada keputusan untuk tidak membeli apapun. Huft. 

And....Berangkatlah saya ke bogor dengan hanya bermodal satu two way cake dan lip gloss.

Crop-cropan wajah plain ngga pake make up :D


The Day. Hari H.
Saya menertawai diri : kok ya plain banget ya muka satu ini. Haha

Untungnya ada teman berbaik hati (Shinta) yang merelakan seluruh peralatan kosmetiknya dipakai bersama. Dan mulailah project berdandan ria. Saya sih di dandanin tapinya :p

@kamar mandi masjid tempat walimahan,
result habis didandani Shinta (jilbab hijau)
But karena kita berdandan di tengah tengah acara, jadi dandannya kilat dan potong jalan pintas disana sini.

Skip part membersihkan mukanya, dilanjut pake foundation revlon, karena ngga ada bedak tabur, langsung tumpuk deh pake two way cake, kasi eyeshadow, eye liner (yang akhirnya dihapus karena hasilnya menceng dan ngga simetris satu sama lain) ditambah blush on, dan akhirnya lip gloss + lipstick dan lip shiningnya maybeline.


The result? Wajah sedikit ada warnanya, not the boring plain face from before, tapi ngga berarti saya menjelma bak bidadari. Biasa aja.

muka aneh habis dikasi make up :(

Oke, make up ini bertahan ampe 3 jam, dan menjelang zuhur nikahan selesai, saya segera cabut dari bogor untuk menuju kembali ke jogja. Otomatis langsung ngacir ke kamar mandi dan membersihkan make up yang ada. Berhubung ditunggu orang banyak, saya bersih bersih dengan amat efisien dan segera. Lap sana lap sini, guyur air, pyuk pyuk. Sudah selesai.

Dan perjalanan kami memakan waktu sehari semalam. Berangkat sabtu siang, sampai ke Jogja pagi jam 9, tapi karena badan meriang, sampai di rumah malah lupa segala hal yang harusnya dilakukan, seperti membersihkan ulang make up yang tersisa.

Karena for your information my dearly friend, biasanya saya selalu membersihkan make up dengan susu pembersih dan sabun cuci muka secara simultan selama minimal setengah jam (dengan asumsi make up berat seperti yang saya gunakan di buku tamu acara pengantin). Sedangkan kemarin, make up dibersihkan tidak lebih dari 10 menit. T_T 

Dan set, hari Rabunya, seluruh kulit di wajah saya berlomba mengeluarkan jerawat yang banyaknya tidak terhitung lagi. Di kedua pipi, di jidat, di dagu, di area hidung. Teksturnya tidak seperti jerawat saya yang biasaya, lebih seperti bintil bintil, peruntul. Yang jelas mengerikan L

(muka saya yang terkena after effect make up tidak perlu ditunjukkan)

saya sempat ingin pake cadar seperti ini 

Ini semua salah foundation yang menutupi pori dan susah sekali untuk dihilangkan. Muka saya jadi rusak T_T. Sampai sampai ustazah di rumah pun sebelum sholat ashar dengan bengongnya mengatakan saya jelek L

Aaaack. Nasib.





Tidak tahan lagi, maka wajah ini segera dilarikan ke tangan ahlinya. Bu dokter kulit langganan saya yang cantik sekali (seriusan, cantik.sekali. usianya diatas 60 dan kulit wajahnya masih kencang dan bersih) hanya tertawa melihat tingkah saya saat menjelaskan dan dengan santainya berkata :

Sudah saya bilang berapa kali mbak, jangan sering-sering lihat kaca. Kalau tidak sering ngaca kan mbaknya tidak repot dan heboh. Tidak perlu merasa butuh make up tebal. 

Auch. Jleb. Bu dokter ini logikanya bagus sekali.

Jadi, kesimpulan fixnya : tidak usah pakai make up atau apapun itu, karena trust me, rempong lalalala, harus sering-sering konsul ke dokter kulit, rusak dikit make upnya jadi senewen, ribet dan susah kalau mau sholat :(

kata para ukhti sholihah : pakai air wudlu aja, intaan~~~


ditemani krim malam jerawat dan putus hubungan dengan kaca


Continue Reading...

September 20, 2013

Genetik, Cantik and Just Merely Normal



Iri sama gadis-gadis ini, they are so beautiful :*

Kenapa wanita selalu menjadi sorotan publik mengenai fisiknya? Ini selalu menjadi pertanyaan besar bagi saya. Sunatulloh sih, tapi tetap saja, itu tidak nyaman. Khususnya bagi perempuan yang memang dikaruniai ‘nilai lebih’ di estetika penampilan fisiknya, as you know seperti saya.

Berayahkan lelaki dengan wajah ala tambang minyak yang penuh gundukan jerawat, bukan hal super kalo wajah saya punya deskripsi yang sama. Itu genetik. Syukur alhamdulillah, ibu saya dikaruniai wajah super jelita bagai bidadari langit, tapi sayangnya itu hanya berlaku saat beliau dipandang dari jarak minimal radius 50 meter, hehe. Karena jika Anda menyorot beliau lebih dekat, akan Anda temui satu wajah penuh dengan freckles, titik titik coklat susu imut yang memenuhi wajah putih beliau, well, kalo menurut saya sih not a big problem, since those freckles always made her semakin mirip bule, dan semakin cantik.

Maha Besar Alloh dengan segala ciptaanNya, seakan wajah saya belum seperti pinang dibelah dua dengan wajah Ibu (minus hidung jambu airnya Ayah) Alloh memberi saya cap alami agar saya sungguh terlihat sebagai anak kandung beliau berdua. Fix. Saya berjerawat dan ber-freckles. Anak ayah, dan anak Ibu. Saat jerawat bisa diajak kompromi maka saya seperti bule yang ndeso dengan kulit merah karena bekas samar jerawat. Dan bila jerawat tidak mau sembunyi, maka official, saya look like a monster L Haha.

Saya dulu sih masa bodo dan egepe dengan apa yang jadi omongan orang. Tapi lama kelamaan semakin bertambahnya usia dan melihat teman-teman disekeliling saya mendewasa dengan cantik, saya jadi berintrospeksi diri, and honestly menjadi ngga pede. Sebenarnya disayangkan, karena bukankah wanita terpilih itu bukan dilihat dari fisiknya? Nah betul sekali. Tapi perlu diketahui bahwa usia 21 tahun itu adalah usia krisis, dimana mau tidak mau, suka tidak suka, kelebat kelebat pikiran ‘ngga penting yang maen fisik’ muncul dan susah untuk dienyahkan.

Padahal kalau ditilik lebih lanjut saya sendiri bakal kewalahan bila harus menjadi pejuang cantik. Rela berlama-lama di depan kaca dan mematut diri dengan make up ini dan pernik itu. Mengorbankan banyak hal agar penampilan tetap menawan. Tapi kalau saya tidak memberi effort buat muka ini, kok ya kayak gadis ignorant, yang pemalas, yang tidak bersyukur dengan karunia yang sudah dilimpahkan oleh Rabbnya, dikaruniai basic lumayan tapi dianggurin dan panen jerawat pula.

I just want to be normal, without acnes or freckles.


Tapi ya it seems like you asked for life without any problems. Quiet impossible

masih harus terus belajar bersyukur
Continue Reading...

October 18, 2009

Mimpi 17 Tahun

tersisa...
lima bulan dari waktu yang ditentukan
tertinggal...
lima bulan realisasi sejak keinginan dihimpun padupadankan
tersedia (masih)...
lima bulan penempatan awal sebuah rantai mimpi masa depan

hidup waktu-waktu ini serasa melayang. semua yang kedewasaan punya untuk meng-iming-imingku menyusun rencana sudah dikeluarkan.
dari bangku-bangku kuliah pilihan, negara-negara asing yang menggiurkan, jodoh dunia akhirat yang selalu membayang, sampai ke pekerjaan dan prestasi impian....
mereka selalu minta untuk berkelebat di tiap lamunan, di kilas tiap mimpi, di sejenak pemikiran.

tidak, tidak ada salahnya memang, menjadikan mimpi itu nafas penyambung, dan pompa serep kehidupan dengan aliran semangat, bukan eritrosit darah. melumasi sendi tubuh dengan janji masa depan, tawa riang, dan keinginan hidup berkah. menguatkan otot dengan cokol tekad membangun generasi esok yang lebih bermartabat, lebih bermanfaat.

tapi, baru memikirkannya saja rasanya sudah membuatku meledak. tujuhbelastahunempatbulan usiaku, dan rasanya masiiih jauuuuuuuuuuhhhhh sekali hari-hari itu. hari-hari yang -sekarang saja- sudah menyesaki sel-sel serebrum otakku, menyempitkan saluran pernafasan saking inginnya (bayangkan! kau sedang excited atas sesuatu sampai ketika berfikir tentangnya saja membuat bernafas susah), dan mengakomodasi raga untuk, kalau memang bisa, berlari ke waktu itu...

tapi itu masiih lamaaaaaaaaaaaa, masih butuh pengorbanan, masih butuh banyak peluh, masih meminta berribu hormon kesabaran, masih mengambil usaha tiap mili dan tiap waktu sebagai tumbal, masih menuntut milyaran lantunan doa.

lalu apa masalahnya???
masalahnya, aku mulai tidak sabar. mulai tidak fokus. mulai gelisah. mulai ngelantur. mulai membayangkan dan berandai-andai.
dan aku,
mulai takut.

takut kegelisahan sepeleku ini akan mengacaukan semuanya. takut aku tidak bisa menjaga dan beristiqomah atas satu-satunya hal yang membuatku berani merencanakan banyak hal gila ini, yaitu mimpi-mimpi sebagai aliran kedua pembawa gizi dan nutrisi atas hal-hal nonfisik.

takut niat yang kuat di awal itu luntur di akhir,
na'udzubillah....

sudah kawan..
sudah mulai kucoba untuk mengatasinya. dengan hanya berfikir fokus tentang apa yang ada di depan pelupuk mata. dan menyimpan mimpi-mimpi masa depan itu, well sekedar mengambil sari pati energinya saja, tidak sampai ke ampas bentuknya, karena sekarang belum saatnya!
tapi, usaha itu sepertinya lambat menangani kasus ini. meski aku pastikan padamu, aku takkan menyerah. kau bisa buktikan itu.

yang jelas di episode kali ini, Allah membuatku jauuuuh lebih tahu, bahwa manusia itu terbatas.
dan yang membuat keterbatasan itu tereduksi dan lama-kelamaan terlihat seperti hilang tak berbekas itu hanya satu, ketaatan pada perintah serta sunatullahNya.

waktu itu, di mana mimpi-mimpi mu menjadi kenyataan
akan datang dan kemudian berlalu
karena memang harus seperti itu
dan tugasmu hanya menyediakan tempat baginya dengan seluruh usahamu yang maksimal
serta menunggu.

pasti, pasti. dia pasti akan datang.
tujuhbelastahunempatbulan usiaku. dan aku, sekali lagi, belajar menikmati hari hari ini.
tujuhbeastahunempatbulan usiaku, karena tak akan ada yang sama lagi setelah hari ini terlewati.
Continue Reading...

July 27, 2009

Sebuah Pengumuman

hai. hai. hai. para bloggers mania...
long time no see, long time no write..
makanya, ucapan : assalamu'alaykum.wrwb sebaiknya terucap lebih dahulu, sebuah doa tentang keselamatan, doa tentang limpahan yang barakah :))
pheeww, akhirnya setelah lama sekali keinginan untuk mengganti layout blog yang sangat sederhana itu terpendam, finally beberapa hari yang lalu saya sukses menggantinya !!! bayangpun, dengan utak-atik geje tidak jelas, tanpa ada buku petunjuk sama sekali. hanya meng-klik semua tombol, memencetnya, mengisi2 blank2 kosong yang saya sendiri tak tau maknanya apa dan buka tutup jendela inet explorer inilah yang membantu saya untuk sukses menggantinya.
membuatnya menjadi lebih cantik dan menarik.
tema yang saya pilih kali ini adalah tentang perjalanan, atau travel. diambil dari web yang menyediakan layout blog secara gratis (anak sekolahan memang harus gratis, :P), sayangnya layout2 cantik itu ada di versi terbaru dari layout blogger yang menggunakan versi XML. taukah artinya? berarti layout sebelumnya (HTML codes itu) harus diganti, bahkan seaplikasi-aplikasinya. dan walhasil wusss, saya kehilangan beberapa tools yang ada di layout sebelumnya. ada shoutmix, banner berjalan, tulisan2 singkat, bahkan profil perkenalan T_T.
makanya dengan sangat terpaksa saya menggunakan yang apa adanya dulu. hanya list labels tulisan dan beberapa gambaran singkat blog ini (yang kalau sempat) akan saya tambahkan.
eh, perlu diketahui, kalo tidak hanya layoutnya yang baru lho...mungkin akan ada beberapa hal yang asing. apa ya contohnya??? ermm, style tulisan mungkin, terus tema tulisan, ekspresi tulisan de es te. dan buat yang udah ngikutin blog ini dari dulu, harap maklum ya...tidak bisa terus2an menulis dalam ekspresi dan euforia yang sama.
oh, mungkin yang unik, kalo saya kebetulan punya cerita menarik tapi ditulis di masa yang lalu (weseh, kayak apa aja) atau cerita yang dibuat saat ini tapi ide dan kiblatnya dari pengalaman yang lalu, saya akan saya beri labels tersendiri. hoho, mungkin itu akan bersifat lebih ke menceritakan hari2 personal saya V^_^
tapi sayangnya (lagi-lagi kata ini -___- zzz), saya sudah di awal kelas tiga, dan delapan bulan lagi akan menempuh hal2 'WAOW' dan 'MENANTANG'. untuk persiapan itu semua, sudah ada ayah saya yang stand by bin siap siaga satu. beliau sudah menyiapkan banyak argumen untuk mengusir keadaan saya yang (hampir sering dan otomatis) membuka kompi ba'da isya. T_T
dan seterusnya Anda bisa menebak apa, semua kegiatan yang berkaitan dengan inet sudah amat sangat terbatas penggunaannya...
jadi bantu saya dengan dua hal, please...beg you all.
1. maklumi saya apapun keadaan saya
2. doakan saya agar sukses mengejar mimpi dan masa depan dunia akhirat saya !

:DD
BIG THANKS !!!
Continue Reading...

July 02, 2009

Is there anyone that can help me??

Curhat ya...
hiks hiks hiks Ya Allah...
kenapa akhir-akhir ini dirasa muaalleesss banget ya buat nulis sesuatu??
percaya ndak percaya, posting terakhir di bawah itu udah mulai ditulis dari pertengahan april, masak awal juli baru kelar coba??
padahal lagi libur, ndak ngapa-ngapain juga (selaen sibuk ngurus PSB di sekolah).
padahal mimpi ku salah satunya ada di bidang tulis menulis.
huaa...ada yang bisa mengatasi?? atau memberi solusi??

(please.. help me. hate condition when i've those ideas but don't know why they gone up in hurry)
Continue Reading...

Find Me !

Facebook  Twitter  Instagram

Blogroll

About

a complete pack of girl-turn-to-woman in her 20's something