Showing posts with label perjuangan. Show all posts
Showing posts with label perjuangan. Show all posts

May 12, 2016

Tentang Taaruf




cr : as written

Ingat di post sebelumnya saya membahas bahwa 2016 itu menjemput kedewasaan?
What was that actually about? 
Okay, so here it was~
You know what so wonderful about 2016 for me? 
It was about the change of my status! 
From being single to be a married woman and skip the entire phase of relationshipWoohoo!! 
Yeah, like you guess, literally I married a stranger this year via ta’aruf process, 
and hopefully it will last till the end of our day. Aamiin.

Omooo, ta'aruf?!
Nikah sama orang asing, ngga takut? Bedanya apa dong sama beli kucing dalam koper?

Continue Reading...

April 18, 2010

Tips Sukses Masuk ke Perguruan Tinggi

Pasti sudah banyaaaaaakkkk sekali artikel yang mengulas tentang hal ini. tapi biarlah, kuulangi sekali lagi juga pasti tak masalah.

Untuk siapapun yang akan segera menjadi siswa sma kelas tiga, semoga ini bisa bermanfaat :)

1. Usahakan, sejak kelas dua akhir kalian sudah memilih dengan mantap apa yang akan kalian perjuangkan. Bagi yang ingin banting setir - dari ipa menjadi ips, atau sebaliknya (lhoh?!)- ini akan sangat membantu. Jika kalian sudah memutuskan, maka ketika mengambil bimbel bisa dimantapkan. Biasanya banyak anak ipa yang ingin masuk ke ips, tapi baru bisa memutuskan setelah mendaftar bimbel, dan ia sudah terlanjur tercatat sebagai siswa ipa di bimbel tersebut, naah, ini kan rugi namanya...
Kenapa saya bicara seperti ini? Karena, menurut pengalaman, yang kita butuhkan dari bimbel adalah strategi memecahkan soal-soal Perguruan Tinggi, sedang untuk UN cukup konsen di sekolah dengan rajin dan perhatian, wusss kalian pasti lulus UN, insyaAllah...
(Tips untuk memilih dan memantapkan : kalau untuk memilih gunakan petunjuk dari shalat hajat, nah kalau yang memantapkan pakai yang dari shalat istikahrah..)

2. Luruskan Niat. Tanyakan dirimu untuk apa kau berjuang. Tanyakan dirimu untuk siapa kau berjuang. Tanyakan dirimu karena apa kau berjuang. Ketika jawabanmu sudah sampai pada Asma-Nya, maka tanamkan sampai statement itu mengakar di hati dan bercokol nyaman di sana. Bagaimana caranya? Setiap berdoa masukanlah statement pelurusan niatmu, terus dan berulang-ulang...

3. Ikhtiar kawann...belajar dan berusahalah seperti dirimu tidak punya waktu yang cukup untuk menghadapi ujian itu, dan berdoalah seakan Allah belum mendengarmu. Tunaikan sunah-sunah yang selama ini jarang dilakukan. buat nilai plus dimata Allah...
Posisikan dirimu sebagai seseorang yang memang melakukan ikhtiar itu karna butuh, bukan harus. Dan jangan pernah merasa dipenjara dalam keadaan apapun selama proses pencapaiannya. Merasa terpenjara bukan solusi tepat menghadapi sembilan bulan penuh tekanan :P

4. Take a break and Look people around you !
Sungguh tidak mungkin kan kalau kita belajar terus-terusan tanpa jeda? Nah, dengan posisi dan waktu kita yang sempit, semestinya kita mampu menjadikan spare time kita berkualitas. Saran dari orang tua jaman dulu : Jangan dulu melakukan hal senang-senang seperti kebanyakan orang lainnya. Prihatin nduk ! (itu kata ibu saya).
Ingat, kita ada di kawah candradimuka, yang tidak bisa seenaknya mengambil waktu untuk hal2 tidak berguna. Saya dulu sih refreshing paling banter sepekan sekali dengan internet, no books, no movies, no window shopping...

Tips untuk spare time yg berkualitas :

*Kalau bandingannya dengan belajar, jelas beribadah adalah oase yang menyegarkan.
Baca qur'anmu, hidupkan pelitamu! Atau sholat dan sujudlah yang lama, jaminan deh itu akan menghambat stress, cooling down your brain...

*Olahraga , jelas ini bisa banget menurunkan kadar kejenuhan kita. Bayangkan saja, saya yang tambun dan anti olahraga ini merasa sangat-sangat enjoy dengan gerakan-gerakan tubuh ketika melakukan olahraga, meski stressnya ndak ilang, tapi penatnya bisa menguap...

* Nikmati waktu bersama keluarga : Percaya ndak percaya, tapi yang paling mempan mengusir stress adalah poin ini. Tau tidak, secara nalar orang normal, kita yang terbebani tidak akan tambah dibebani oleh orangtua, mereka sudah kasian melihat tampang kita yang selama kelas tiga dari hari ke hari makin ngga layak tampil hehe. Sejenak bercandalah dengan mereka, minta mereka menyemangatimu, bisa dengan kata-kata, pelukan, cium sayang, de el el. Atau kalau kalian punya saudara, bermainlah sebentar dengan mereka. (Kalau saya, bermain dan mengurusi adek saya yg masih kelas empat esde merupakan waktu2 paling menyenangkan, he's so funny...)

* Membantu orang dan bersedekah : tidak ada alasan sedang sibuk belajar untuk kelas tiga buat yang satu ini. Pernah dengar orang bijak berkata seperti ini :
Orang jenius kalah sama orang rajin, orang rajin kalah sama orang beruntung ??
Jadi, paling enak yang mana? Orang beruntung kan?
Naaah, kata ustadz nih, orang beruntung itu ada ketika Allah memberinya banyak hal baik. Karena tidak ada sesuatu yang terjadi kebetulan (termasuk keberuntungan itu sendiri), jadi tidak mungkin hal baik dari Allah itu serta merta ada. Hal baik diturunkan pada kita karena kita juga melakukan banyak hal baik lainnya. Tidak hanya untuk Allah, tapi juga untuk semesta alam. Contoh nih ya :
  • Cobalah membantu orang tua tanpa ada pamrih, kita yang biasanya masih ngedumel kalau dimintai tolong coba berdamai sedikit, jangan keluarkan dumel-an itu (meski saya tau ini amat sangat susyah sekali, huhuhu T_T)
  • Bersedekahlah yang buanyak, tapi saya prefer ke person to person saja. Kenapa? karena setelah kita memberi, orang yang kita beri akan berterima kasih dengan mendoakan kita, pada saat itu pula, langsunglah meminta doa apa yang menjadi cita-cita kita pada mereka. Bukankah doa orang susah itu makbul? But remember : jangan sampai niat sedekah karena Allah-nya hilang yaaa...
5. Don't hurt anybody, jadikan proses pencapaian mimpi dan cita kita itu sama dengan perjalanan suci yang tidak memperbolehkan menyakiti, sebagai syarat suksesnya perjalanan itu. Bertingkah laku baik, kemudian meminta maaf untuk setiap kesalahan, dan memaafkan siapa saja yang pernah khilaf pada kita. :)

6. Prepare untuk teknis hari H. Biasanya setiap sekolah akan melakukan pembekalan, nah karena pembekalan itu point-nya banyak sekali, jadi tidak saya paparkan di sini ya....
Saya cuma mau pesan : dengar, catat dan laksanakan apapun yang dibekalkan sekolah pada kalian.

7. Tawakal. Fa idzaa azamta fa tawakal alallah. Ingat, Allah adalah pemilih terbaik. Percayakan padanya seluruh usaha keras kalian, bahwa Ia tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berikhtiar maksimal. Dan sadarilah, bahwasanya takdir hidup itu sudah tertulis rangkaian ceritanya sampai kita meninggal nanti, dan pencapaian mimpi dan cita adalah satu proses singkat untuk menjemput takdir. Jadi, kita tidak bisa memaksakan takdir, kita hanya bisa menjemputnya secara maksimal, jika takdir itu tak seperti yang kita inginkan, maka berprasangka baik lah, segalanya pasti berhikmah pelajaran yang indah :))

source : pengalaman pribadi, ini menantang gan ! :D

Warm Regards, salam sayang doa dan cintaku untuk kalian
yang tahun tahun setelah ini akan berjuang.
Now, it's your turn.


Continue Reading...

July 02, 2009

Gadis dalam Perjalanannya (Part.2)

2004 -- 19 Juli
Gadis berhasil memasuki jenjang impiannya yang lebih tinggi. Menjadikannya semangat baru untuk kehidupan dan pengejaran makna atas hidup. Bukan gadis buruk rupa dengan pipi tembam, kacamata berbingkai hitam, dan model rambut kepang dua. Yang ada hanya sepetak wajah (meski masih dengan kacamata kotak berbingkai hitam), dan baju seragam putih - biru nya yang lengkap dengan kerudung putih. Ada azzam yang terpendam, ada ingin yang diniatkan menjadi harapan.
Akan tetapi, orang tak pernah tau, kapan hidayah itu diberi, dan bahkan diambil...mereka boleh mengira, memprediksi dan bangga atas hidayah. Tapi mereka tak bisa mengelak, jatah bagaimana yang menjadi hak, tiap-tiap manusianya...sama seperti si gadis, bolehlah orang bilang dia sudah berjilbab, bolehlah orang mengira hidayah itu sudah datang padanya, bolehlah orang mengacunginya jempol, tapi ternyata gadis itu azzamnya tidak sekuat ego yang dimilikinya..
Masih teringat jelas difile memori, gadis itu menunjukkan pada setiap orang foto terakhir kali yang dimilikinya sebelum berjilbab. setiap orang yang meragukan tentang penampilannya, pasti ditunjukkan dengan sangat bangga foto tersebut (yang entah kenapa bisa terlihat sangat bagus, semua sisi keburuk-rupaannya nyaris tak terdeteksi), dan mirisnya gadis itu tidak tahu bahwa hal itu tidak boleh, bahwa itu juga merupakan sebuah aurat ...(T_T)

2004 – pertengahan 2005
Setahun mulai berjalan di sekolah menengah pertama, gadis itu seperti biasa, masih berlaku sesuai dengan keinginannya. Apa saja yang dia inginkan dilakukannya. Sampai pusing orang-orang disekeliling mewarta beritakan tingkah lakunya. Kakak pernah memarahinya, gara-gara dia pernah dengan lagak galak bin dibuat-buat melatih satu peleton inti dengan lengan baju yang disingsingkan, kerudung panjangnya diikat dibelakang kepala dan rok yang diangkat tinggi-tinggi (meski niat awalnya sih pengen kayak pejuang ‘45).
“Kenapa itu baju, jilbab sama rok dipakenya ngga bener?” kakak menginterogasi.
“Kan ribet, maunya biar simple dan semangat digituin aja.”
“Digituin? Apa maksutnya? Sadar ngga to itu ngga bener? Kalo emang caranya gitu ngga usah pake model muslim. T*******G sekalian juga ndak papa.” Dan kakak mengeloyor pergi.
Hu-uh sebel banget, sebel. Sebel. Sebel. Sebel. Waktu itu gadis sudah sangat tau kalau itu bukan hal yang benar, tapi kan.. tapi…teman-teman gadis juga melakukan hal yang sama…kenapa dia tidak boleh?

2006 – Januari
Waktu berjalan, tak pernah berhenti bertoleran dengan yang tertinggal. Terus melewatkan banyak hal demi tugasnya. Waktu memang tak pernah mau tahu. Jatah hidup manusia sudah ada. Kalau mereka tidak mau melakukan yang terbaik, bukan salah waktu tak memberikan perhatian lebihnya. Bukan salah mentari tak mau melongok ke dalam hari-harinya lagi.
Begitu juga waktu dan mentari dalam hidup gadis. Mereka silih berganti hanya seperti sepenggal bayangan. Tidak pernah masuk dalam pemaknaan.
Gadis sudah mulai terlena dengan keadaan. Menjadi remaja normal, dengan berkenalan dengan banyak hal berbau hedeonis. Melihat 'dunia sebenarnya' untuk pertama kalinya. Terguncang dengan atmosfer berbeda yang seribu kali lipat lain dari 'dunia' nya dulu.
Maka datanglah peringatan dari Rabb sang penguasa Alam sebagai ganjaran untuk Gadis. Penerimaan rapot, kelas dua semester satu. Peringkat terjelek dalam hidupnya menyapa. Ah, amat memalukan sebenarnya untuk diceritakan. Untuk apa? Aib tak pernah sangat indah untuk dibagi, kecuali diambil manfaat dan hikmahnya. Tapi alasan terakhir bisa diambil sebagai landasan meneruskan kronologi ini. (Dan percayalah dibalik semuanya, Allah tau yang terbaik).

2006 - Januari, liburan semester I
Dengan setumpuk kekecewaan, wanita luar biasa itu mengerahkan segala yang dia punya untuk mengembalikan gadis kecilnya ke jalan yang benar. Liburan semester itu tak sedetik pun terlewat tanpa mengulang-ngulang apa yang harus diperbaiki di semester depan. Langkah kongkritnya benar benar terjadi, ahad pekan pertama liburan. Wanita hebat itu mendaftarkannyya untuk sebuah training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) selama seharian penuh. Kata wanita itu untuk penyemangat belajar. Gadis sebenarnya sudah jenuh dengan semua tutoran wanita hebat itu, yang terasa seperti pendoktrinan tiada henti. Bukan apa-apa, tapi dia hanya berusaha ‘normal’ seperti teman-temannya di sekolah. Well, dia memang melakukan kesalahan karena nilai semester itu tidak bisa dipertanggungjawabkan dan terlihat mulai sedikit membangkan karena banyak hal baru menyapanya, tapi bukan berarti usahanya menjadi remaja ‘normal’ di jaman ini menjadi sebab utama. Beribu alasan sudah terlontar untuk menggagalkan the big plan wanita itu. Tapi, seperti kembali di awal tadi, tidak ada yang bisa menolak. Akhirnya dengan azzam kuat ‘tak mau berubah apapun yang terjadi’ berangkatlah gadis dan kakaknya ke acara itu.
Dan sungguh, betapa Allah punya rencana, betapa Allah luar biasa.
Ya Muqqalibal Qulub !!! hati berubah 180 derajat , arghhh,,,menjelaskan apa rasa yang ada selama training ESQ fullday itu pun gadis tak bisa. Yang dia tahu Allah luar biasa, yang dia tahu Allah sudah memberikan banyak untuknya, yang dia tahu dia merasa hina karena tidak pernah mencoba mengenal Allah, yang dia tahu dia selama ini belum melakukan apa-apa untuk Allah. Titik terlemah gadis sebagai seorang manusia dirasakannya hari itu, siang ba’da zuhur di sebuah ruangan gelap, dengan hanya suara trainer dan music mengalun, serta pembacaan QS : Yunus 31

Katakanlah: Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka menjawab: Allah. Maka katakanlah: Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)? (QS. 10:31)

Gadis bersujud, menempelkan dalam-dalam kepalanya pada tanah ia berpijak, kalau saja bisa dia ingin untuk masuk ke tanah, menyembunyikan malu yang ia rasakan atas semua dosa yang melumurinya, dia malu pada Rabb-nya! Dia malu padaMU Rabbi…
Dia menangis sejadi-jadinya, dia menjerit, benar-benar seperti ada petir yang menyambar dirinya. Batinnya shock sekali, lelah, tak mengerti, bingung, malu, tak tahu bagaimana menghilangkan rasa hina yang luar biasa melanda.
Ya Ghoffur, ampunkan gadis itu….

2006 - akhir tahun
Sekolah menengah pertama gadis kedatangan sebuah grup nasyid dengan inisial FTH, semua orang di kelas gadis gempar. Sebuah pemandangan baru untuk smp seperti di mana gadis bersekolah. Sangat aneh, jarang, tapi disambut dengan senang. Setiap orang dikelasnya penasaran, ingin tahu. Dan dengan kekanak-kanakan khas anak smp, selesai acara itu teman-teman sekelas (jelas notabene cewek) mengrubungi pihak dari manajemen grup nasyid FTH, bertanya macam-macam selayaknya wartawan di acara gosip selebriti. Kami kenal nama pertama yaitu CHY yang merupakan manajer dari grup nasyid itu. orang yang charming, menarik, dan pandai (sepertinya) berinteraksi dengan anak-anak seperti kami.
Lucunya, setelah kami banyak bertanya, mas CHY melontarkan balik banyak pertanyaan aneh. Tentang kajian, tentang pelajaran agama, tentang kelompok belajar, tentang alumni-alumni, tentang banyak hal...
Yang ternyata kelak akan menjadi rutinitas ku (dan beberapa teman yang lain)

2006 - akhir tahun (dua pekan setelah kedatangan FTH)
Aku mengenal seseorang yang baru! aku memanggilnya 'mbak', dengan jilbab lebar, kulit hitam manis dan wajah teduh yang sabar. Beliau memperkenalkan diri sebagai teman dari mas CHY. Oh Allah, tak pernah tertebak apa rencanaMU. Ya, itu pertama kali aku mengenalnya. seorang kakak, seorang saudara. Yang hingga kini masih senantiasa sabar berada di sisiku. Berjalan berdampingan, belajar bersama, bukan mendahului dan meninggalkan.

Allah mulai menunjukkan banyak hal, Ah Allah...

. . . to be continued . . .
Continue Reading...

March 31, 2009

Gadis dalam Perjalanannya (Part.1)

seperti janjiku sebelumnya,
(dan sepertinya memang sudah ditagih beberapa kali oleh seseorang, *afwan ya dek, mengertilah, menulis itu membutuhkan timing yang tepat. :D )
ada yang ingin kubagi,
sebuah cerita perjalanan,
kenapa seorang karbon hitam yang dulu itu, menjadi intan yang sekarang.

emang yang gimana sih intan yang sekarang itu ?? (wah, kalau ini silakan dijawab masing2),
saya malu kalau disuruh mengakui secara pribadi X)

biar ngga bingung, kita buat kronoligis-nya saja,
biar keliatan kayak rada high, pake cara-cara penjelasan di diktat sejarah.

1992 -- Juni, lahir dari wanita yang luar biasa

1994 -- Januari, wanita luar biasa itu berhijrah, dan membawa semua perubahan dalam hidup dan kehidupannya, nafas dakwah mengalir dalam gerak langkah keluarga, indah.

1995 -- gadis tiga tahun itu 'diajak bermain *???* di TPA' bersama kakaknya. menyebalkan, tapi berdampak sesuatu yang tak pernah dikiranya.

1999 -- Ramadhan, kelas dua cawu II
"masuk pesantren kilat ya sayang?"
"ngga mau, nanti jauh dari ibuk. nanti kalo ngga kuat puasanya gimana? kalau ngga bisa bangun makan sahur gimana?"
"ngga papa. yang penting usaha, tahun kemaren kan udah belajar puasa?"
"tapi dijengukin tiap hari ya?"
"Iya..."
walhasil, gadis kecil nakal kelas II SD itu masuk ke sebuah pesantren umum sebagai anak paling kecil dan paling merepotkan yang pipinya selalu jadi sasaran untuk dicubitin mbak2 kuliahan T_T. dg result ramadhan taun itu : ngakunya sih puasa sebulan penuh, tapi beberapa kali secara sengaja mengunyah marbels warna-warni dan meneguk aqua.
udah gtu membuat kamar mandi pesantren butek-butek. dan selalu ketiduran kalo pelajaran fiqih malemnya lebih dari jam 9.

2000 -- Ramadhan, masuk lagi ke pesantren kilat. di timing dan pesantren yang sama [karena paksaan dan alasan2 memaksa dari wanita luar biasa itu]. dan entah kerasukan demit mana, sekali lagi dengan ketidakjeraan, gadis bundar nakal itu membuat kamar mandi pesantren butek2, lagi. dan kali ini, perbuatannya tertangkap basah. karena membuat mbak2 kuliahan itu harus piket menguras kamar mandi tiap hari. tapi untungnya, tidak diadukan ketika sertifikat ijazah peserta pesantren kilat ramadhan itu diambil. tapi, alhamdulillah, puasanya genap, 29 setengah hari! (setengah hari sisanya makan siang pake mie goreng instan kalo ngga salah, lupa karena alasan apalagi itu, wkwkk)

2002 -- Ramadhan, setelah satu tahun 'vacuum' menimba ilmu di pesantren kilat, semangat berapi-api terlihat jelas menggelora lagi di keras keinginan wanita luar biasa itu.
"buk, kan udah gedhe. ngga usah ya? temen2ku ngga ada yang ke pesantren. lagian kan ngga libur full penuh. ntar sekolahnya susah, ntar kalo ulangan gimana, ntar...ntar...ntar..."
dan beribu ntar-yang lainnya..
tapi, memang seperti itulah wanita hebat itu. dengan sekali angguk, dan lirikan mata mengancam, lenyap sudah semua harapan. anggukan itu keramat, tak terbantahkan.
lantas, menyusul tiga pekan membosankan yang penuh kepataharangan. banyak sekali ilmu-ilmu yang tidak masuk ke dalam logika batok kepala. lucunya, wanita hebat itu mengakui hal yang sama, diakhir beliau pulalah yang bertanggung jawab, mengembalikan semua doktrinisasi kurang bijak itu, menghilangkannya dari ruang memori kepala.

2003 --
"ibuk, aku pake kerudung ya???"
"coba tanya ayah deh."
"yah, temenku disekolah ada yang pake kerudung. aku juga pengen, boleh?"
"lah mbak sendiri gimana? mantep ngga? kalo ngga usah sih besok dulu aja"
"yang jelas kepengen"
"ntar kalo pake kerudung, ayah ngga mau liat dibuka-buka lagi lho...sekali pake, selamanya harus pake. itu konsekuensinya. gimana?"
perbincangan terhenti sampai disitu.
hingga akhirnya wanita luar biasa itu menengahi dengan lembut.
"sudah, sekarang dimantepin dulu aja. lagian tinggal satu tahun lagi kamu lulus SD, sayang nanti kalo bikin seragam baru. smp, ??"
gadis itu mengangguk. mulai berniat.
setelah percakapan itu, gadis itu sudah mengerti tiga hal. kain kerudung, peniti dan jarum pentul yang lumayan sering.

2004 -- Juli
"ibuk, aku nazar lho, kalo masuk smp **** , aku mau pake kerudung!"
"nazar?"
"iyaaaaaa....."
"lhoh, kok harus pake nazar? kan itu sesuatu yang wajib ..lagipula kepengennya kan udah dari dulu??"
"oooww, gag boleh ya emangnya?"
"kalo udah niat, ngapain harus nazar??"
"iya deh, iya..ciiph! oke. "
dan setelah itu, entah berapa buah baju dan kerudung yang terambil gadis kala wanita luar biasa itu membawanya belanja, untuk mempersiapkan masa depan di dunia nyata.


. . . to be continued . . .
Continue Reading...

February 25, 2009

And He is Crying Too...

menangis, meneteskan air mata, membuat hidung merah, lembap-sembap.
cengengkah itu menurut kalian wahai kaum adam?
hati yang mudah tersentuh, prihatin akan objek-objek dakwahnya, bingung karena kemaksimalan dari usahanya tak kunjung menemui jalan keluar, khawatir akan beban dalam naungan pundaknya,
itukah lemah menurut kalian, hai lelaki?

lelaki tak seharusnya menangis,
siapa yang bilang?
lelaki adalah sosok yang kuat fisik dan mentalnya.
Ya, itu statemen yang benar, tapi apakah itu berarti juga dia tak boleh berhati lembut?

pertanyaan itu akhir-akhir ini terjawab. sekitar dua tahun belakangan.
ketika makhluk bertitle lelaki mulai bisa kumengerti lebih dalam.
dan maukah kau kuberitahu teman, apakah yang membuat semua ini mencengangkan?
laki-laki yang (katanya cengeng karena..) menangis itu,
lelaki lemah itu (notabene kalian berfikir bahwa menangis itu lemah kan?) ..
lelaki itu...
mereka semua yang kutemui dua tahun terakhir ini adalah lelaki-lelaki hebat.
merekalah pemimpin-pemimpin masa depan,
di pundak merekalah gurat-gurat hidup dan matinya bangsa kelak terukir.
merekalah manusia-manusia pilihan., yang kelak jika mereka beriman, merekalah empat putaran pertama yang mencicipi surga...
dan...
merekalah lelaki yang tangis-tangisnya kulihat untuk waktu-waktu pertama.

tapi tangis mereka berbeda.
mereka menangis ketika takut pada TuhanNya.
mereka menangis ketika lega amanah-amanah mereka berkurang perlahan.
mereka menangis ketika melihat bahwa kepemimpinan mereka gagal.
mereka menangis ketika merasa tak cukup baik mengemban amanah.
mereka menangis karena tak bisa melupakan sejarah tentang perjalanan kepemimpinannya.
mereka menangis karena itu...
dari semuanya yang kalian lihat, kalau mau lebih perhatian, lihatlah semuanya teman!
mereka kebanyakan menangis karena takut akan tanggung jawabnya sebagai pemimpin!
mereka takut RidhaNya atas kepemimpinan mereka terhambat. tak turun melimpahi mereka.
mereka takut malaikat-malaikat itu tak mengembangkan sayap di forum-forum mereka, tak mengamini doa-doa mereka untuk kegiatan-da'wah mereka

Subhanallah!!!

hanya itu tiap kali yg terucap ketika melihat mereka meneteskan bulir-bulir air bening,
sungguh,
mereka memang jarang menangis, tidak seperti layaknya wanita yang sangat lembut dan mudah menangis.
tapi mereka tak kalah perasanya. dan mereka,
*yang membuatku lebih iri lagi
selalu menangis untuk hal-hal yang memang pantas ditangisi.

kalian tahu, mungkin malaikat pun berdoa, mengiringi jatuhnya bulir air mata itu ketika bergulir jatuh menuju tanah,
menenemaninya dengan doa-doa yang berskala langit.
.wonderful.

Ya! jangan takut menangis teman.
biar saja mereka mencaci, berspekulasi, bersumbar dua-tiga patah kata yang bernada kemenangan, merasa melihat seorang pemimpin yang lemah.
Yang penting kau tetap pada jalan itu.
jalan-jalan para pemimpin.
Jalan-jalan yang diridhai.

untuk para pemimpinku, "Hei, tangis itu membuatku iri. Smoga itu menjadikan hak sungai surga untuk kalian .................................................................................................."

Continue Reading...

November 11, 2008

Arti Pahlawan

sepuluh november...63 tahun yang lalu...

pahlawan mengalirkan darahnya yang merah demi terkibarnya sang dwi warna
pahlawan merelakan sepotong daging tangan kanannya demi menyelamatkan ribuan nyawa yang akan lahir kelak,
agar selesai penderitaan terjajah itu.
pahlawan menghembuskan nafas terakhir dengan senyuman , demi menjadikan indahnya senyuman itu seribu kali lipat karena kehidupan yang jauh lebih baik dan menjanjikan akan segera menjemput.

ya...dan segala impian mereka pun telah terwujud.
sang dwi warna dengan angkuh berkibar di angkasa,
sedang ribuan orang meratap kapankah sang dwi warna itu mau menengok ke bawah, ke kolong2 jembatan, ke rumah2 yg digusur, ke luapan lumpur sidoarjo, ke hutan2 yang terbakar,
ribuan nyawa telah lahir tapi tak pernah sekalipun mereka mensyukuri hidup
dan, kehidupan yang luar biasa memang telah menjemput, tapi jemputan itu mengantarkan pada zaman kejahiliyahan,
lagi, lagi, dan lagi.


astaghfirullah...
itukah yang kita lakukan untuk membalas para pahlawan itu???

itukah?

Ya Allah, beri kekuatan kami untuk bisa membalas jasa2 pahlawan itu. dengan setiap pahala dari yang kami lakukan, berkahilah para pahlawan dengan pahala2 itu juga.
Continue Reading...

November 05, 2008

menang tak harus dengan piagam

Kemenangan bukan stagnan
tapi intinya membawa perubahan

Kemenangan? siapa yang tak terbuai dengan euforia satu kata ini? semua orang, bahkan yang tak memiliki nafsu sekalipun pasti ingin menang, mereka -yang tak bernafsu itu- juga pasti memiliki keinginan untuk menang dari nafsu kan?
tapi,...
kemenangan sesungguhnya benar" ada dari pemaknaan yang dalam, dari kacamata yang menilik dari sudut pandang tertinggi, bukan yang cetek dan buram.
Syukur alhamdulillah, hari ini satu lagi kemenangan terlimpahkan dari atas langit. well, memang bukan yang berpiala maupun yang berpiagam. tapi ini yang bermakna dalam.

Menang tak harus dengan piagam,

dapat pula kenyataan yang susah,
tapi luar biasa indah.

Jika ditilik, sebenarnya tidak ada kemenangan apapun yang diraih hari ini (kalo dilihat dari sudut pandang materi), malah yang ada adalah kekalahan karena grogi menyebalkan -tapi fitrah- itu yang mengganggu ke-perfect-kanku dalam menyampaikan speech dengan cara yang eksotis dan menawan. jadilah suara yang mencicit, tenggorokkan yang mencekik, lidah yang terpekik menemani performance ku yang......ancur total..... ckckck...

Yah, that's the point..
even i was not winning something, i still have one deep meanings from the life's value today.
what's it?

bahwa perbedaan dalam satu tujuan adalah hal yang benar-benar menakjubkan.

kami, yang mewakili sekolah ini adalah orang2 yang memiliki karakteristik yang berbeda, abillity yang berbeda dan orientasi berfikir yang berbeda pula. tapi lihat, kami bisa mengompakan diri melwan ego dan kedongkolan karena tidak merebut semua piala itu. sederhana sebenarnya, hanya bermodalkan satu hal? tak ada kemenangan personal, ini piala untuk kita bersama.
and i really enjoyed it. Memang tidak kalah telak, toh nama SMA kami masih bertengger di piala kedua, atas nama seorang teman
. Yang jelas, karena tak satupun dari tiga anak penuntut cita ini yang merasa yakin dan well enough for this competition -when i asked why, the winner just said this was not our portion-
Continue Reading...

October 28, 2008

Sebuah kekuatan sedang dibangun.

sebuah kekuatan sedang dibangun

ya, sebuah kekuatan menuju keemasan Teladan Darussalam sedang dipersiapkan.
dipersiapkan oleh para pejuang yang sedang menanti masa depan
itulah kami, para pejuang yang tak takut dengan ancaman, tak takut dengan ejekan.
kami berdiri bukan untuk menantang, tapi untuk membenarkan,
sebuah ajaran yang tak kan pernah lekang tergilas zaman.
inilah kami yang mencandu rindu pada janji kemenangan Islam
dan inilah kami yang sedang membangun Teladan dan memimpikan Darussalam.

Bukan Al-Qur'an untuk Islam
Bukan dunia untuk Islam
Tapi Al-Qur'an dan Islam untuk dunia
Islam merinduan perdamaian dan kebahagiaan sejati

Teladan Darussalam. Sebuah cita-cita. sebah nama, untuk sebuah impian.
Teladan Darussalam. Di mana nilai-nilai Islam diterapkan, karena Islam untuk semua.
Teladan Darussalam. Teladan, rumah keselamatan.
Teladan Darussalam. Di mana dapat kita temukan sapa, salam, sopan, santun dan kesederhanaan di dalamnya.
Teladan Darussalam. Di mana kehangatan, semangat persaudaraan, dan indahnya ukhuwah satu sama lain dipertemukan.
Teladan Darussalam, Di mana kejujuran dan kedisiplinan diwajibkan.
Teladan Darussalam. Di mana saling menghormati dan menghargai antarsatu sama lain ditemukan.
Teladan Darussalam. Di mana ada rasa saling menjaga dan mengingatkan.
Teladan Darussalam. Di mana setiap langkahnya adalah langkah yang terawasi, karena semua percaya ada Dia yang selalu mengawasi.
Teladan Darussalam. Di mana kita temukan kepedulian untuk semua hal.
Teladan. Tak hanya sepenggal kata yang melekat, tak hanya merek yang terpampang di plakat, tak hanya slogan penyemangat.
Teladan, kembalikan kemana ia berasal. Berkacalah pada siapa gelar itu berawal. Rasullullah SAW.
Teladan Darussalam, butuh orang-orang yang membangunnya. Sadarilah, bahwa pondasi itu telah ada sejak lama. Ya! islam!
Sekali lagi, Karena Islam untuk semua.

Maka, bergeraklah. Karena diam itu mematikan.
Continue Reading...

Find Me !

Facebook  Twitter  Instagram

Blogroll

About

a complete pack of girl-turn-to-woman in her 20's something